Skip to main content

Analisis Model Komunikasi terhadap Kegiatan Penyembahan dan Sosialisasi Perpajakan



KOMUNIKASI BISNIS

ANALISIS MODEL KOMUNIKASI TERHADAP PROSES SOSIALISASI DAN ADMINISTRASI PERPAJAKAN DI INDONESIA

DIBUAT UNTUK MEMENUHI TUGAS KOMUNIKASI BISNIS OLEH DOSEN PENGAMPU BAPAK EMAN SULAEMAN NASIM



ELWAS LIBET KARITA
NPM. 2301160242
5-07


PROGRAM STUDI DIPLOMA III PAJAK
POLITEKNIK KEUANGAN NEGARA STAN
BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEUANGAN
KEMENTERIAN KEUANGAN
2018 


*****************************

TEORI

KOMUNIKASI adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi non verbal.

Menurut beberapa ahli, ada beberapa arti dari komunikasi adalah sebagai berikut: 

1. Onong Uchjana Effendy
Komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu, mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik secara lisan (langsung) ataupun tidak langsung (melalui media).

2. Raymond Ross
Komunikasi adalah proses menyortir, memilih, dan pengiriman simbol-simbol sedemikian rupa agar membantu pendengar membangkitkan respons/ makna dari pemikiran yang serupa dengan yang dimaksudkan oleh komunikator.

3. Gerald R. Miller
Komunikasi terjadi saat satu sumber menyampaikan pesan kepada penerima dengan niat sadar untuk memengaruhi perilaku mereka.

4. Everett M. Rogers
Komunikasi adalah proses suatu ide dialihkan dari satu sumber kepada satu atau banyak penerima dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka.

5. Carl I. Hovland
Komunikasi adalah suatu proses yang memungkinkan seseorang menyampaikan rangsangan (biasanya dengan menggunakan lambang verbal) untuk mengubah perilaku orang lain.

6. New Comb
Komunikasi adalah transmisi informasi yang terdiri dari rangsangan diskriminatif dari sumber kepada penerima.

7. Bernard Barelson & Garry A. Steiner
Komunikasi adalah proses transmisi informasi, gagasan, emosi, keterampilan dan sebagainya dengan menggunakan simbol-simbol, kata-kata, gambar, grafis, angka, dsb.

8. Colin Cherry
Komunikasi adalah proses dimana pihak-pihak saling menggunakan informasi dengan untuk mencapai tujuan bersama dan komunikasi merupakan kaitan hubungan yang ditimbulkan oleh penerus rangsangan dan pembangkitan balasannya.

9. William J. Seller
William J.Seller mengatakan bahwa komunikasi adalah proses dimana simbol verbal dan nonverbal dikirimkan, diterima dan diberi arti.

Kesimpulan: Komunikasi adalah pesan yang disampaikan kepada komunikan(penerima) dari komunikator(sumber) melalui saluran-saluran tertentu baik secara langsung/tidak langsung dengan maksud memberikan dampak/effect kepada komunikan sesuai dengan yang diingikan komunikator.


MODEL KOMUNIKASI adalah model konsep untuk menggambarkan proses komunikasi yang terjadi antara individu. Dengan model komunikasi, proses komunikasi yang rumit dapat disederhanakan sehingga mudah dipahami oleh banyak pihak.

Secara sederhana, model komunikasi terbagi menjadi tiga jenis model, yaitu model Linear, model Interaksional, dan terakhir adalah model Transaksional


Model komunikasi linear adalah model komunikasi yang sangat sederhana dan menggambarkan komunikasi berlangsung secara satu arah. Arus pesan digambarkan bersifat langsung dari pengirim pesan ke penerima pesan. Dalam model komunikasi linear tidak terdapat konsep umpan balik dan penerima pesan bersifat pasif dalam menerima pesan. Pesan ini biasanya bersifat persuasif, contohnya adalah himbauan dan larangan.

Model komunikasi interaksional adalah model komunikasi yang menggambarkan komunikasi berlangsung dua arah. Umumnya model komunikasi interaksi digunakan dalam media baru seperti internet atau media komunikasi modern. Contohnya adalah ketika melakukan komunikasi melalui telepon seluler.

Model komunikasi transaksional adalah model komunikasi yang menekankan pada pentingnya peran pengirim pesan dan penerima pesan dalam proses komunikasi yang berlangsung dua arah. Model komunikasi transaksional mengaitkan komunikasi dengan konteks sosial, konteks hubungan, dan konteks budaya. Dalam model ini digambarkan bahwa kita berkomunikasi tidak hanya sebagai ajang untuk pertukaran pesan melainkan untuk membangun hubungan. Model ini hampir mirip dengan metode interaksional, hanya saja, antara komunikator dan komunikan, kedua pihak memastikaninformasi benar benar tersampaikan dengan baik.

*******************

PEMBAHASAN

Bagian I
Analisis terhadap Kegiatan Berdoa atau Menyembah kepada Tuhan 




Berdoa, menurut KBBI memiliki artian permohonan (harapan, permintaan, pujian) kepada Tuhan. Yang berarti manusia meminta akan sesuatu ke hal yang bersifat lebih besar daripada kuasa manusia, bisa kepada Tuhan setiap agama atau ke alam. Menurut laman di Wikipedia, doa berarti "suatu bentuk kegiatan keagamaan yang menghendaki terjalinnya hubungan dengan Tuhan, dewa, roh atau kekuatan gaib yang dipuja, dengan melakukan kegiatan yang disengaja."

Menurut dua referensi diatas, secara umum, doa dilakukan oleh manusia, untuk meminta sesuatu kepada entitas yang memiliki kekuatan lebih dibandingkan manusia itu sendiri. Dan doa biasanya dilakukuan secara pribadi, dari manusia ke Tuhannya masing-masing.

Sesuai aspek komunikasi, doa adalah sebuah bentuk komunikasi. Komunikasi yang terjadi adalah komunikasi antara manusia, dengan Tuhannya. Karena dalam berdoa, ada informasi informasi yang disampaikan oleh manusia, yaitu permintaan permintaan atau syukur terhadap apa yang sudah mereka terima di keseharian mereka, baik itu kesehatan, rezeki, jodoh, atau kedamaian. Lalu, informasi tersebut memiliki tujuan, yaitu entitas tinggi yang dituju manusia, entah itu Allah, Dewa, Sang Hyang Widhi, atau Buddha, atau bahkan kekuatan kekuatan lain.

Cara cara berdoa juga bermacam macam, yang paling sering adalah dengan berbicara sendiri, lalu dapat juga disertai dengan iringan musik, nyanyian, atau membaca ayat atau mantra pada saat berdoa. 

Doa juga memiliki berbagai efek bagi manusia yang melakukan praktik doa. Efek efek tersebut adalah merasa aman dalam menjalani kehidupannya, merasa ada kedamaian yang meyelimuti kehidupannya, serta rasa aman dalam menjalani kehidupannya sehari hari.

Sesuai dengan model model komunikasi yang sudah dipaparkan diatas, dalam doa pun juga akan terkait dengan model model komunikasi tertentu.

Pertama, Model Linear. Kenapa doa bisa dikatakan model linear? Karena sesuai pengertian dari Model Linear, dimana komunikasi hanya terjadi satu arah, di doa pun terkadang terjadi hal yang demikian. Pada saat kita berdoa untuk bersyukur, atau meminta sesuatu, tentu entitas yang kita sembah tidak memberikannya secara langsung pada saat itu. Permintaan kita mungkin saja baru akan kita terima minggu depan, bulan depan, tahun depan, atau bertahun tahun kemudian. Karena kita juga tidak akan pernah mengetahui waktu yang tepat kapan dan dimana balasan akan doa tersebut akan kita terima. Yang bertindak sebagai komunikator dalam doa adalah manusia, komunikan dalam doa adalah pihak yang kita tuju dalam doa kita. Doa memang biasanya hanya searah, karena merupakan sebuah ritus dalam kehidupan beragama seseorang.

Tetapi tidak menutup kemungkinan, doa juga bisa termasuk kedalam Model Interaksional, tetapi sangat jarang, karena doa biasanya hanya merupakan ucapan syukur saja, dan sangat jarang ditemukan bahwa doa akan dijawab secara langsung.Komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi (pesan, ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak.
apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan menggunakan gerak-gerik badan, menunjukkan sikap tertentu, misalnya tersenyum, menggelengkan kepala, mengangkat bahu. Cara seperti ini disebut komunikasi nonverbal.

Bagian II
Analisis Tiga Model Komunikasi dalam Proses Perpajakan di Indonesia

1. Model Linear
Komunikasi model linear sesuai dalam pengertian yang sudah dijelaskan sebelumnya, adalah komunikasi yang terjadi dalam satu arah. Komunikator tidak perlu mengharapkan feedback dari komunikan. Yang penting pesannya tersampaikan. Biasanya komunikasi ini bersifat persuasif, membuat orang lain melakukan sesuatu. Contoh dari model linear adalah iklan layanan masyarakat tentang cara membayar pajak yang dipasang di Baliho, atau videotron


Gambar diatas adalah gambar baliho yang dipasang diatas jembatan di daerah Teluk Bintuni. Baliho tersebut berisi tentang pemberitahuan kepada masyarakat bahwa sekarang pajak untuk UMKM sudah berubah tarif dari yang semula 1%, diatur dengan PP46, lalu sekarang hanya menjadi 0.5% diatur dengan PP 23.

DJP sebagai komunikator ingin menyampaikan pesan tersebut kepada masyarakat sebagai komunikan melalui media baliho. Pesan tersebut tidak perlu diberikan feedback secara langsung, tetapi perlu disampaikan ke masyarakat. Sehingga model komunikasi dari pemasangan baliho ini adalah model komunikasi linear.

2. Model Interaksional
Komunikasi model interaksional adalah komunikasi yang terjadi dalam dua arah, sehingga terjadi komunikasi aktif antara komunikator dengan komunikan dalam rentang waktu yang cepat. Komunikan bisa memberikan feedback secara verbal, non verbal, baik sengaja maupun tidak disengaja. Contoh dari komunikasi model interaksional ini adalah ketika DJP melakukan sosialisasi tentang perpajakan yang dilakukan oleh KPP ke masyarakat

Foto diatas adalah foto mengenai kegiatan sosialisai yang dilakukan di kantor Bekraf. Sosialiasi dilakukan untuk mengenalkan tentang Pemajakan Final untuk UMKM sebesar 0.5% kepada pejabat pejabat di lingkungan Bekraf. Sosialisasi PPh Final UMKM 0,5% bertempat di Sanur Paradise, Prime Plaza Hotel Bali. Dihadiri sekitar 1000 pengusaha UMKM.

Triawan Munaf memaparkan peran serta UMKM dalam ekonomi kreatif serta dukungan ekonomi kreatif terhadap peluncuran PPh Final untuk sektor UMKM sebesar 0,5% dapat berdampak positif 16 subsektor industri kreatif, tiga diantaranya yaitu Kuliner, Fashion dan Kriya.

Program PPh Final UMKM 0,5% ini diharapkan dapat menjadi sebuah peluang pengembangan usaha bagi para pelaku pengusaha UMKM Kreatif di Indonesia.

Ketentuan tersebut diatur dalam PP Nomor 23 Tahun 2018 tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan Dari Usaha yang Diterima atau Diperoleh Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran Bruto Tertentu. Peraturan ini berlaku efektif per 1 Juli 2018 sebagai pengganti atas PP Nomor 46 Tahun 2013 yang sebelumnya menetapkan tarif PPh Final 1 persen untuk UMKM.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Muliani, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Dirjen Pajak Republik Indonesia Robert Pakpahan serta Dirut Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo. Pada acara tersebut Kepala Badan Ekonomi Kreatif didampingi oleh Deputi Akses Permodalan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Fadjar Hutomo.(Betha)


3. Model transaksional
Komunikasi model transaksional merupakan komunikasi interaksional yang terjadi lebih intens. Maksudnya adalah perpindahan informasi berlagnsung dengan cepat. Lalu komunikator bisa menjadi komunikan, begitupun sebaliknya. Antara komunikator dan komunikan sama sama bertanggung jawab akan informasinya. Komunikasi tidak dilakukan sekali dua kali, tetapi dilakukan berulang-ulang, hingga kedua pihak mengerti, dan akan berdampak baik ke kedua pihak. COntohnya adalah rapat, dan kewajiban Account Representative membantu Wajib Pajak yang butuh bantuan mengenai perpajakan.


Gambar diatas adalah gambar suasana ketika WP akan melakukan kewajiban perpajakannya melalui account representative. Komunikasi antara WP dan account representative adalah salah satu contoh komunikasi model transaksional yang terjadi di lingkungan Direktorat Jenderal Pajak. Komunikasi yang terjadi antara komunikator yaitu Account Representative, dengan komunikan yaitu Wajib Pajak terjadi secara terus menerus. Maksudnya adalah Account representative bertugas untuk menggali potensi pajak, dan sebagai pengawas kewajiban perpajakan, wajib pajak yang kesusahan juga dapat meminta bantuan kepada account representative nya untuk membantu memenuhi kewajiban perpajakannya. Komunikasi akan terjadi secara berulang hingga kedua belah pihak mencapai tujuannya masing masing. Tujuan account representative untuk menggali potensi, serta tujuan wajib pajak untuk taat akan kewajiban pembayaran pajak juga dapat terpenuhi. Komunikasi juga dilakukan dengan efektif, sehingga tidak ada informasi yang hilang, atau peristiwa seperti miss communication dapat dihindari, karena komunikator bertanggung jawab pun komunikan juga harus bertanggung jawab atas informasi yang diterima.


**************************

DAFTAR PUSTAKA

https://pakarkomunikasi.com/model-model-komunikasi
http://dinus.ac.id/repository/docs/ajar/Model-model_Komunikasi_06.pdf
http://rahmah-daniar-n4hy.blogspot.com/2016/02/komunikasi-pengertian-komunikasi-secara_50.html
https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/doa
https://en.wikipedia.org/pray
https://id.wikipedia.org/sembahyang
https://www.pajak.go.id
http://www.pajak.go.id/flash-foto/media-informasi-pp-23-tahun-2018-tersebar-di-seantero-teluk-bintuni?lang=en
http://www.bekraf.go.id/berita/page/8/pph-final-umkm-05-bekraf-berharap-menjadi-momentum-untuk-pengembangan-usaha-sektor-ekonomi-kreatif

*************************

Data Penulis

NAMA         : Elwas Libet Karita
         TTL: Sukoharjo, 16 September 1997
NO. HP/WA : 081352752692     
GMAIL  : elwaslibet@gmail.com
RIWAYAT PENDIDIKAN  :


NO
TINGKATAN
LULUS TAHUN
1
SDK DON BOSCO, PALANGKARAYA
2010
2
SMP NEGERI 7 KOTA JAMBI
2013
3
SMA NEGERI 1 KLATEN
2016


Comments

Post a Comment